Thursday, November 24, 2011

Siapakah wanita pertama yang masuk surga?

Bismillaahirrohmanirrohiim. .

"Siapakah wanita pertama yang masuk surga?" Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah, menanyakan hal itu kepada ayahandanya.

"Mutiah," jawab Rasulullah.

Fatimah berfikir dalam hatinya, Siapa Mutiah itu? Apa yang dilakukannya sampai ia mendapat kemuliaan yang begitu tinggi hingga menjadi wanita pertama yang masuk surga?

Fatimah sangat ingin tahu. Hatinya penasaran..
Ia akan mengunjungi wanita bernama Mutiah itu.

Lalu keesokan harinya Fatimah meminta izin kepada suaminya, Ali bin Abi Thalib. Ketika ia akan berangkat mencari wanita yang bernama Mutiah, Sementara anak sulungnya yang masih kecil merengek minta ikut.
Anak itu bernama Al Hasan. Fatimah pun mengajak serta Al Hasan.
Akhirnya Fatimah menemukan rumah Mutiah..

Tiba di depan rumah Mutiah, Fatimah bersalam.
"Assalamu alaikum!"
"Alaikumussalam!" sahut Mutiah dari dalam rumahnya.

"Siapa di luar?"
"Fatimah,.. putri Rasulullah."


Lalu tak berapa lama Fatimah mendengar suara langkah kaki yang bergegas semakin mendekati pintu yg masih tertutup itu.

"Alhamdulillah, betapa bahagia aku hari ini menerima kunjungan putri mulia ini..!
Apa Anda sendirian, Fatimah?"
sambut Mutiah

"Aku ditemani anakku Al Hasan." jawab Fatimah

Mutiah sambil melihat ke bawah terdapat seorang bocah kecil
"Aduh, maaf Fatimah. Saya belum mendapat izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki."

"Tetapi Al Hasan kan masih kecil." sahut Fatimah keheranan..

"Biarpun masih kecil, Al Hasan itu laki-laki. Datanglah besok. Saya akan meminta izin suami saya untuk menerima tamu laki-laki." ujar Mutiah.

Fatimah heran bukan main. Ia segera berpamitan dan bergegas pulang.

Keesokan harinya, Fatimah datang lagi. Selain Al Hasan, Al Husain juga ikut. Al Husain adalah anak kedua Fatimah, adiknya Al- Hasan.

Seperti kemarin, Fatimah bersalam di depan pintu rumah Mutiah.

"Apa Anda bersama Al Hasan, Fatimah?" tanya Mutiah dari dalam rumahnya.

"Ya. Al Husain juga ikut." jawab Fatimah dengan tersenyum.

Mutiah sambil melihat kedua bocah kecil itu.
"Oh, maaf Fatimah. Saya hanya mendapat izin untuk menerima tamu Al-Hasan. Saya belum meminta izin untuk menerima Al Husain. Kemarin Anda tidak bilang akan datang bersama Al Husain."

"Datanglah besok. Saya akan meminta izin suami saya untuk menerima Al Husain", Mutiah berkata dengan rasa bersalah..

Fatimah lalu pulang tanpa bisa memasuki rumah Mutiah dengan masih dalam keadaan heran.

Baru keesokan harinya Fatimah bisa memasuki rumah itu bersama anak-anaknya Al Hasan dan Al Husain.

Hmm.. Fatimah merasakan rumah itu sangat sederhana, namun bersih dan nyaman sekali. Sekeliling ruangannya harum dan rapi, membuat orang betah tinggal di dalamnya. Al Hasan dan Al Husain yang biasanya tidak suka berada di rumah orang pun menjadi betah bermain dan tinggal di sana.

"Maaf, saya tidak bisa menemani Anda, Fatimah. Saya harus menyiapkan makanan untuk suami saya. Silahkan istirahat dulu ya.." kata Mutiah.

Mutiah terus sibuk di dapur untuk memasak. Ketika masakan itu sudah siap, Ia menaruhnya di atas baki meja makan dan menaruh sebatang cambuk pula di samping hidangan makanan tersebut.

"Saya akan mengantar makanan kepada suami saya yang sedang bekerja, Maaf, saya tidak bisa menemani Anda." kata Mutiah

Fatimah tersenyum..
Sekali lagi Fatimah melihat cambuk di atas baki itu.. 
"Hmm seperti cambuk gembala kambing”, gumamnya

"Apa suamimu seorang gembala?" tanya Fatimah.

"Bukan. Suami saya petani." jawab Mutiah

"Mengapa kau membawa cambuk kepadanya?" tanya Fatimah penuh keheranan

"Cambuk ini akan saya berikan kepada suami saya. Selagi dia makan, saya akan bertanya apa makanan itu cocok bagi seleranya. Kalau dia bilang tidak, saya minta dia mencambuk punggung saya. Itu sebagai hukuman bagi saya sebagai seorang istri yang tidak bisa menyenangkan hati suaminya." kata Mutiah

"Apa suamimu orang kejam yang suka menyiksa istri?" tanya Fatimah semakin keheranan

"Bukan, sama sekali bukan. Suami saya sangat lembut dan pengasih. Sayalah yang meminta dia mencambuk punggung saya kalau makanan ini tidak cocok dengan seleranya. Itu saya lakukan agar saya tidak menjadi istri yang durhaka kepada suami." jawab Mutiah sambil tersenyum.

Setelah itu Fatimah pulang bersama anak-anaknya..

Di jalan Fatimah kembali bergumam..
"hmmm.. Pantaslah kalau dia mendapat kehormatan untuk menjadi wanita yang pertama kali memasuki surga"

Fatimah kagum bukan main kepada Mutiah.. "Seorang istri yang sangat taqdim dan berbakti kepada suaminya."

Subhannallah. .

*Semoga menjadi bacaan yg bermanfaat untuk kita semua, khususnya untuk kaum akhwat. ^_^

Surat Al-Fatihah


  1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. 1:1)
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, (QS. 1:2)
  3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. 1:3)
  4. Yang menguasai hari pembalasan. (QS. 1:4)
  5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (QS. 1:5)
  6. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (QS. 1:6)
  7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. 1:7)


Inilah arti/makna dari Surat Al-Fatihah:

Ayat 1: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".
Ayat pertama ini menegaskan pentingnya penyebutan atau tepatnya pengakuan manusia atas kuasa Tuhan, atas keesaan-Nya dan atas segala kebesarann-Nya. Manusia diajarkan dan diharuskan mengakui ke-Maha Pemurah-an Tuhan dan ke-Maha Penyayang-an-Nya. Di sini, pengakuan-pengakuan itu merupakan harga mati atas setiap manusia. Jadi, ayat ini bukan sekedar mengajarkan 'penyebutan' atas [nama] Tuhan, melainkan deklarasi atas kebesaran-Nya, yang pada ayat itu direpresentasikan melalui lafadz  ar-rahman dan ar-rahim.

Ayat 2: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,"
Setelah manusia mengakui segala kebesaran Tuhan, maka pada ayat kedua ini Tuhan melalui surat Al-Fatihah menasehatkan manusia supaya melakukan pendekatan pribadi kepada-Nya, yaitu dengan cara memuji-Nya. Ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan manusia setelah ia menegaskan pengakuan tadi. Sebenarnya, kebesaran Tuhan tidaklah berkurang tanpa pujian manusia dan segenap makhluk, dan kebesaran-Nya pun tidak pula bertambah dengan adanya pujian-pujian itu. Dengan demikian, ayat ini sebenarnya lebih menekankan kepada pengajaran [at-Ta'lim] dan pendidikan [at-Tarbiyah] kepada manusia bagaimana dia berkomunikasi dengan Tuhan yang telah dikenalnya tadi.
Pujian kepada Tuhan bukan tanpa sebab. Ia adalah pujian atas seluruh kenikmatan yang telah diterima manusia. Kenikmatan terbesar dari Tuhan kepada manusia, pada titik ini, adalah kenikmatan berupa pengetahuan manusia atas Tuhannya. Ia bukan kenikmatan dalam arti sempit seperti limpahan rezeki material dan semacamnya. Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi SAW, maka Allah SWT mengikutinya dengan ucapan hamida-ni 'abdi, hambaku telah memujiku. Masih menurut Nabi Muhammad SAW, pada saat hamba mengucapkan ayat ini, maka itu berarti hamba tersebut bersyukur kepada Tuhan, sehingga Tuhan pun akan menambahi rezeki.

Ayat 3: "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
Pengulangan pujian ini untuk sebuah penegasan. Ar-Rahman bermakna [Tuhan] yang Maha Pemurah, atau Pengasih. Dia mengasihi seluruh makhluk yang ada di dunia, baik yang beriman atau yang bukan. Sedangkan ar-Rahim bermakna mengasihi seluruh orang-orang yang beriman kelak di akhirat.
Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi SAW, maka Allah SWT mengikutinya dengan ucapan atsna 'alayya 'abdi, hambaku telah memuji kepadaku.

Ayat 4: "Yang menguasai hari pembalasan."
Pengakuan sekaligus juga pujian, bahwa hanya Tuhanlah yang berkuasa pada hari kiamat. Ini merupakan pujian ketiga berturut-turut, dan begitulah pendidikan dari Tuhan kepada manusia. 
Pada saat seorang hamba membaca ayat ini, sebagaimana disabdakan oleh Nabi SAW, maka Allah SWT mengikutinya dengan ucapan majida-ni 'abdi, hambaku telah memujiku.

Ayat 5: "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."
Setelah Tuhan mengajarkan manusia untuk melakukan pendekatan dengan memuji-Nya, maka pada ayat kelima ini Tuhan memberikan pendidikan baru : yaitu, setelah manusia melakukan puja dan puji kepada Tuhan, manusia meneguhkan diri dengan melakukan deklarasi untuk secara konsisten menyembah kepada-Nya. 
Pada ayat di atas, Tuhan menggunakan kalimat Iyyaka Na'budu, yang berarti Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan bukan kalimat Na'budu-Ka, yang berarti Kami menyembah kepada-Mu. Pada kalimat pertama secara jelas menegasikan seluruh hal dan hanya menyembah Tuhan, sedangkan kalimat kedua bisa bermakna Kami menyembah kepada-Mu, tapi juga mengagungkan yang lain.

Ayat 6: "Tunjukilah kami jalan yang lurus,"
Pengajaran Tuhan selanjutnya ; manusia tidak bisa berbuat sombong, oleh karenanya ia diajarkan untuk selalu memohon dan meminta, yang dalam hal ini adalah permintaan untuk sebuah kebenaran. Dan hanya kepada Tuhan sajalah manusia itu memohon kebenaran. Makna kebenaran atau jalan yang lurus di sini tentulah tidak sederhana, namun ia disimplifikasi pada ayat berikutnya.

Ayat 7: "(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".
Kenikmatan Tuhan hanyalah diberikan kepada orang-orang yang Dia kehendaki, dan itu bukanlah kepada orang-orang yang dimurkai dan yang memilih jalan sendiri. Abdullah ibn Abbas menyebutkan bahwa orang-orang yang telah dianugerahi kenikmatan oleh Tuhan, di antaranya, adalah para nabi dan orang-orang yang saleh, orang yang bersih jiwanya.
Pada saat seorang hamba membaca ayat keenam dan ketujuh, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Saw, maka Allah Swt mengikutinya dengan ucapan sama dengan pada ayat kelima hadza bayni wa bayna 'abdi, wa li-'abdi ma sa-ala, ini adalah [urusan] antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku, [kuberikan] apapun yang dia minta.

*Demikianlah sekilas keterangan dari surat al-Fatihah. Semoga bermanfaat. ^_^

    Tuesday, November 22, 2011

    Cintamu Benar-Benar Kurasakan Sekarang ♥

    Selama ini, selama hidup di dunia, aku baru menyadari bahwa mereka lah yang terbaik dalam hidupku. Tak pernah kutemukan orang seperti mereka lah. Mereka lah yang paling men-support aku, ngasih apapun yang aku mau, dan mereka lah belahan hatiku. Sungguh aku sangat menyayangi mereka, sangat mencintai mereka >> IBU dan BAPAK ku tercinta.
    Dua orang yang paling berharga dalam hidupku. Paling paling segalanya, dan seakan gak akan pernah ada yang menggantikan mereka di hatiku di dunia ini dimanapun juga. Berharap kelak nanti di akherat kami disatukan lagi menjadi keluarga sederhana yang bahagia, sejahtera, saling menyayangi, saling berbagi suka duka, pokoknya semuanya.

    Kalau mengingat hal-hal yang telah mereka lakukan selama aku hidup, terkadang terlihat sangat kejam karena mereka merasa harus mendidik anak-anak mereka dengan keras. Dan terkadang pukulan-pukulan kecil mereka lontarkan itu hanya untuk mendidik anaknya agar lebih baik dan agar tidak menjadi orang yang lemah. Tapi terkadang mereka juga sangat sangat menyayangi anak-anaknya. tidak kadang, tapi selalu. walau terkadang dengan sikap dan perilakunya yang keras, anaknya ada yang salah paham salah persepsi.
    "Apa orang tuaku tak menyayangiku dengan melakukan tindakan yang keras hingga melukai hatiku?" itu pertanyaan yang sering terlintas dibenak ku. Tapi sebenarnya jawaban dari pertanyaan itu hanya 1, yaitu mereka selalu menyayangiku, mencintaiku, rela berkorban untukku, bahkan rela mati demi aku.

    Sungguh mereka adalah orang yang paling tak ternilai di dunia ini kalaupun harus ditukar dengan hal-hal yang paling berharga pun. Dan mereka lah yang mengajarkan ku arti kehidupan. Kehidupan yang penuh teka-teki. Kehidupan yang penuh kemunafikan, kebohongan, orang-orang yang bermuka dua, orang-orang yang terlihat baik padahal tidak. Kehidupan yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Kehidupan yang juga penuh kasih sayang, cinta, rasa saling menghargai dan membutuhkan satu sama lain, dan semuanya.
    Mereka lah yang mengajarkannya. Dan gak akan bisa aku membalas semua apa yang telah mereka lakukan. Gak akan pernah bisa. Karna sebesar apapun dan sebanyak apapun aku membalasnya, gak akan setimpal dengan semua pengorbanan mereka, dengan semua hal yang mereka berikan padaku.

    Apalagi kalau teringat peristiwa kemarin,
    waktu itu 17112011 aku sakit. Tapi aku tak mengabari mereka karna takutnya mereka cemas dan khawatir. Apalagi sekarang aku jauh dengan mereka, aku di Surabaya sedang ada kegiatan PKL (PSG / magang selama 3 bulan) dan ibuku di Malang, sedangkan bapakku di Jakarta, beliau kerja.
    Dan di hari itu aku gak masuk kerja untuk yang pertama kalinya. aku pikir hanya hari itu saja aku sakit karna aku pikir cuman sakit kepala biasa, ternyata besoknya (18112011) aku deman. Gak masuk kerja lagi. Dan dihari itu akhirnya aku mengabari orang tuaku. Sms mereka bahwa aku sakit dan pengen pulang. Karna biasanya setiap jum'at aku pulang. Berhubung hari itu aku sakit, aku gak yakin aku bisa pulang apa tidak. Temen-temen se-kos semuanya pulang (hardika dan annisa). Pengen rasanya pulang bareng mereka. Tapi apa daya fisik gak memungkinkan.
    Dan tiba-tiba bapak sms, "nanti aku jemput". Tapi bapak ngajak naik bus. Aku gak mau soalnya aku gampang pusing dan mual kalau naik bus. Tapi akhirnya bapak sms lagi, "ibumu jemput kamu sekarang. nanti pulangnya naik kereta aja".
    Haa?? aku bingung, heran, kaget, seneng, campur aduk deh pokoknya.
    Dan sekitar jam 1 siang ibuku sampai di Surabaya. Dalam hati seneng banget ibuku dateng dan jemput aku pulang.
    Setelah disuapi sama ibuku, aku dan ibuku siap-siap untuk pulang ke Malang naik kereta dari Stasiun Wonokromo, Surabaya. Dan beruntungnya kami pulang malah dianter sama ibu bapak kos (dianter ke Stasiun) Alhamdulillah. .
    Setelah perjalanan 2,5 jam kami sampai di Malang dan kebetulan bapakku juga pulang ke Malang (tapi besok bapak harus kembali ke Jakarta).

    Jadi yang jemput bapakku di Stasiun Kota Baru, Malang.
    Akhirnya sampai rumah juga. .
    Dan disitulah aku merasa, bahwa betapa tak terkira pengorbanan mereka. Rela melakukan apapun untuk anaknya tercinta.
    Pokoknya AKU SAYANG IBUKU, AKU SAYANG BAPAKKU. YOU'RE STILL THE BEST IN MY LIFE AND *MY HEART*
    This is My Mother & My Father :*

    Wednesday, November 16, 2011

    The Lazy Song

    Today I don't feel like doing anything
    I just wanna lay in my bed
    Don't feel like picking up my phone,
    So leave a message at the tone
    Cause today I swear I'm not doing anything


    I'm gonna kick my feet up then stare at the fan
    Turn the TV on, throw my hand in my pants
    Nobody's gon' tell me I can't....

    I'll be lounging on the couch just chilling in my Snuggie
    Click to MTV so they can teach me how to dougie
    Cause in my castle I'm the freaking man

    Oh yes I said it I said it
    I said it 'cause I can...

    Today I don't feel like doing anything
    I just wanna lay in my bed
    Don't feel like picking up my phone,
    so leave a message at the tone
    Cause today I swear I'm not doing anything
    Nothing at all, nothing at all

    Tomorrow I'll wake up, do some P90X
    Find a really nice girl, have some really nice sex
    And she's gonna scream out
    This is great
    Oh my god, this is great..

    Yeah, I might mess around
    And get my college degree
    I bet my old man will be so proud of me
    But sorry pops, you'll just have to wait

    Oh yes, I said it, I said it
    I said it 'cause I can

    Today I don't feel like doing anything
    I just wanna lay in my bed
    Don't feel like picking up my phone
    So leave a message at the tone
    Cause today I swear I'm not doing anything

    No, I ain't gonna comb my hair
    Cause I ain't going anywhere
    No, no, no, no, no, no, no, no, no

    I'll just strut in my birthday suit
    And let everything hang loose
    Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
    Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah, yeah

    Oh, today I don't feel like doing anything
    I just wanna lay in my bed
    Don't feel like picking up my phone
    so leave a message at the tone
    Cause today I swear I'm not doing anything

    Nothing at all...
    Nothing at all...
    Nothing at all...

    Wednesday, November 2, 2011

    Mau Dibawa Kemana Masa Depan Si Tomboy

    Sejenak aku termenung, memikirkan sesuatu yg seharusnya dari dulu aku pikirkan karna satu hal ini sangatlah penting yakni perencanaan 5-7 tahun ke depan *mau dibawa kemana masa depan ku* ?___?

    Dan sekarang yang aku lakukan mungkin hanya buang-buang waktu dan sama sekali belum sempat memikirkan hal ini yang sebegitu penting :O
    Dan sebenernya ada banyak hal yang ingin aku capai *dan ini sebagian besarnya* :
    -> bertambah baik & benar dalam melaksanakan ibadah dan mengimani Tuhan ku *Allah SWT*. amin
    -> menjadikan orang tua ku menjadi orang tua yang paling bangga dan bahagia hingga akhir hayatnya, dan berharap mereka bisa menemaniku hingga akhir waktu ku. amin
    -> memiliki pekerjaan yang mapan dan menciptakan suatu usaha sendiri, mungkin membuat gedung olahraga yang nantinya bisa disewakan dan bisa juga dipakai sendiri, serta memiliki rumah makan sendiri. amin
    -> lulus kuliah dengan biaya sendiri dan tidak mengecewakan. amin
    -memiliki rumah sendiri dan semua fasilitasnya dibeli dari hasil keringat sendiri. amin
    -> dan akhirnya memiliki pendamping hidup yang Insya Allah pendamping itu yg pertama dan terakhir hingga akhir hayat, serta memiliki anak yang bisa patuh, sopan santun, sholeh/sholehah, rajin dan bisa dibanggakan orang tua. amin amin ya robbal alamin . .

    yaa, mungkin itu hanya secuplik harapan / rencana masa depan ku yang Insya Allah dengan usaha dan doa yang kulakukan, Tuhan akan meridhoinya. amin ya robbal alamin ^_^
     

    catatansitomboy